Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda. Bergabunglah dengan ribuan pembaca kami!

Kami tidak akan mengirim spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

Pusat "Todong" Pamekasan Jadi Barometer Nasional: Program KDKMP Dipaksa Rampung Sebelum Mei 2026

PAMEKASAN II ASSUFAH โ€“ Komitmen Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam memperkuat struktur ekonomi pedesaan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara mengejutkan disorot tajam oleh pemerintah pusat. Hal tersebut dibuktikan dengan dilakukannya kunjungan kerja mendadak oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, ke Kantor Bupati Pamekasan pada Sabtu malam (21/2/2026).

Di dalam pertemuan yang dilangsungkan di Peringgitan Pendopo Ronggosukowati, Menteri Ferry ditemui secara langsung oleh Bupati KH. Kholilurrahman beserta sejumlah pejabat teras daerah. Percepatan pembangunan KDKMP dibahas secara mendalam dalam pertemuan tersebut sebagai instrumen utama penguatan ekonomi yang berbasis pada pemberdayaan desa.

Target ambisius dinyatakan oleh Ferry, di mana program KDKMP diproyeksikan untuk menjangkau sekitar 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh penjuru Indonesia. Agenda pembentukan badan hukum pun sedang dilakukan secara masif oleh kementerian terkait. Hingga saat ini, pembangunan fisik KDKMP, yang mencakup fasilitas gudang dan sarana penunjang lainnya, dilaporkan telah terealisasi di sekitar 30 ribu titik di tanah air.

Menurut pernyataan politisi Partai Gerindra tersebut, Pamekasan dikategorikan sebagai daerah dengan progres tercepat jika dibandingkan dengan wilayah lain. Kesigapan dan kecepatan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam menjalankan program KDKMP sangat diapresiasi oleh pusat. Target penyelesaian pembangunan fisik KDKMP secara nasional dipatok harus rampung pada kisaran Mei hingga Juni 2026. Hal ini ditekankan agar fase pengembangan usaha koperasi dapat segera dimasuki pada akhir tahun. Pengelolaan koperasi secara profesional sangat dituntut agar keuntungan dan manfaat nyata bagi anggota dapat segera dirasakan.

Di sisi lain, peningkatan pembangunan KDKMP di wilayah Pamekasan dipaparkan secara detail oleh Bupati Kholilurrahman. Sejauh ini, pembangunan di sembilan desa dilaporkan telah diselesaikan secara tuntas atau mencapai 100 persen. Penambahan lima unit koperasi lagi dijanjikan akan terealisasi pada April mendatang, sehingga total koperasi yang siap beroperasi menjadi 14 unit.

Seluruh pembangunan KDKMP di Pamekasan ditargetkan oleh Bupati untuk diselesaikan sebelum akhir April 2026. Harapan besar digantungkan agar koperasi desa ini segera dioperasikan secara maksimal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi desa dapat didorong secara signifikan dan kesejahteraan masyarakat Pamekasan dapat ditingkatkan melalui skema ekonomi kerakyatan yang terintegrasi ini. (NW & LIA)

Prev Article
Masjid An-najah Duko Gladak Anyar: Pusat Syiar Ramadhan dan...
Next Article
Langgar Al Qosimi Jrengik Jadi Pusat Energi Ruhani: Dzikir 1...