Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda. Bergabunglah dengan ribuan pembaca kami!

Kami tidak akan mengirim spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

SOSOK "Menapaki Jalan Dakwah dan Pengabdian: Kisah Inspiratif KH. Muhdlar Abdullah Membangun Umat”

ASSUFAH II PAMEKASAN -- Di tengah dinamika kehidupan masyarakat Madura yang religius dan penuh tradisi, hadir sosok ulama yang quietly tetapi konsisten menebarkan pengaruh kebaikan. Ia adalah KH. Muhdlar Abdullah, SH, MM, seorang tokoh agama dan pemimpin yayasan sosial yang aktif mengabdikan dirinya untuk dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pamekasan.

Lahir di Pamekasan pada 25 Juli, KH. Muhdlar Abdullah tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang kental dengan nilai-nilai keislaman. Sejak muda, ia memiliki perhatian besar terhadap pendidikan dan kehidupan sosial umat. Ketekunannya dalam menuntut ilmu mengantarkannya meraih gelar Sarjana Hukum (SH) dan Magister Manajemen (MM). Tidak berhenti di situ, semangat belajar yang tinggi mendorongnya untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di UIN Madura, sebagai bentuk komitmen intelektual dalam mengembangkan pemikiran Islam dan manajemen lembaga keagamaan.

Dalam perjalanan pengabdiannya, KH. Muhdlar Abdullah dipercaya memimpin dua lembaga sosial dan keagamaan, yakni Yayasan Al Hakimi yang berada di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, serta Yayasan Sosial Muara 99 yang berlokasi di Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan. Melalui kedua lembaga ini, ia berupaya menghadirkan kegiatan keagamaan yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan spiritual masyarakat.

Salah satu kontribusi penting yang terlihat nyata adalah keberhasilannya menggerakkan masyarakat di Kelurahan Gladak Anyar untuk kembali memakmurkan masjid. Di bawah naungan Yayasan Al Hakimi, Masjid Annajah Gladak Anyar kini semakin ramai oleh jamaah yang melaksanakan shalat lima waktu secara berjemaah. Kehadiran masyarakat di masjid tidak lagi sekadar pada waktu-waktu tertentu, tetapi telah menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.

Gerakan ini tidak terjadi secara instan. Dengan pendekatan yang penuh kesabaran, KH. Muhdlar Abdullah betsama dengan pengurus lainnya sering memberikan ceramah dan motivasi keagamaan kepada jamaah, terutama setelah shalat Subuh dan dalam berbagai kesempatan pengajian. Pesan-pesannya sederhana, tetapi menyentuh hati: mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan spiritual dan sosial.

Selain itu, beliau juga memberikan perhatian besar pada pendidikan generasi muda. Salah satu langkah penting yang dilakukannya adalah mendorong masyarakat untuk menyekolahkan putra-putri mereka ke madrasah diniyah. Berkat dorongan dan pendekatannya, banyak keluarga di Gladak Anyar kini menyekolahkan anak-anak mereka di Madrasah Diniyah Islamiyah Miftahul Ulum Duko Utara, yang sebelumnya dikenal dengan nama Tzamratul Ulum. Langkah ini menjadi ikhtiar penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam di tengah tantangan zaman.

Aktivitas dakwahnya juga menjangkau jaringan ulama yang lebih luas. KH. Muhdlar Abdullah pernah terlibat dalam berbagai pertemuan bersama Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA), yang menjadi wadah komunikasi para ulama pesantren di Madura. Keterlibatannya menunjukkan bahwa perjuangan dakwah tidak hanya dilakukan di lingkup lokal, tetapi juga melalui kolaborasi dengan para ulama lainnya.

Bagi masyarakat yang mengenalnya, KH. Muhdlar Abdullah adalah figur ulama yang memadukan keilmuan, kepemimpinan, dan keteladanan. Ia tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata melalui langkah-langkah kecil yang berkelanjutan.

Di tengah arus modernitas yang sering menjauhkan manusia dari nilai-nilai spiritual, perjuangan KH. Muhdlar Abdullah menjadi pengingat bahwa jalan menuju Allah dapat ditempuh melalui dakwah yang lembut, pendidikan yang konsisten, serta pengabdian tulus kepada masyarakat. Dari masjid, dari majelis ilmu, dan dari hati yang ikhlas, cahaya itu terus menyala di Gladak Anyar. Hilal & Qonita

Prev Article
Semarak Ramadhan 1447 H, LPI ABFA Al Faqih Pamekasan Gelar P...
Next Article
Jemaah Membludak, Masjid Annajah Gladak Anyar Pamekasan Hadi...