Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda. Bergabunglah dengan ribuan pembaca kami!

Kami tidak akan mengirim spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

Takdir yang Mengenyangkan, Tuhan yang Maha Kaya

CERITA II ASSUFAH -- Ramadan selalu punya caranya sendiri untuk mempertemukan hati-hati yang mungkin lama tak bersua. Begitulah yang terjadi pada sebuah komunitas kecil bernama Tim Solid. Grup WhatsApp mereka biasanya ramai dengan candaan, diskusi ringan, hingga rencana-rencana yang sering kali hanya berakhir sebagai wacana.

Namun sore itu berbeda. Tanpa perencanaan matang, tanpa proposal kegiatan, tanpa panitia, beberapa anggota Tim Solid tiba-tiba berkumpul di rumah salah satu anggota mereka yang kebetulan menjabat sebagai Kepala Desa Tetteb, Kabupaten Nasakemap. Awalnya hanya silaturahmi biasa. “Mumpung Ramadan,” kata salah satu dari mereka. Antara lain H. Djoyo Sullam, Wayank Advokat Muda dan tua , dan Mohan Manachiem. Kata Mereka tidak ada niat membuat acara resmi buka bersama. Semuanya terasa spontan.

Menjelang azan Maghrib, suasana berubah menjadi hangat dan penuh kekeluargaan. Entah bagaimana, makanan mulai berdatangan. Ada yang datang membawa nasi Padang lengkap dengan rendang, ini inisiatif klebun sakteh.. Ada yang membawa telur balado. Ada pula yang membawa kolak pisang yang manis dan harum santan. Tak ketinggalan aneka gorengan dan minuman segar.

Padahal tidak ada yang saling janjian untuk membawa apa.

Semua seperti digerakkan oleh tangan tak terlihat. Salah satu anggota tersenyum sambil berkata, “Ini namanya rezeki yang sudah ditakdirkan.” Yang lain mengangguk pelan. Mereka sadar, pertemuan itu bukan sekadar kebetulan. Takdir memang sering datang tanpa pemberitahuan. Ia bekerja dalam diam, mempertemukan orang-orang dalam waktu dan tempat yang tak direncanakan.

Di teras rumah sang kepala desa, mereka duduk melingkar. Azan Maghrib berkumandang, dan mereka berbuka dengan sederhana namun penuh syukur. Setiap suapan terasa lebih nikmat, bukan karena mewahnya hidangan, tetapi karena rasa kebersamaan dan kesadaran bahwa semua ini adalah karunia.

Ramadan mengajarkan bahwa Tuhan Maha Kaya. Kaya dalam memberi, kaya dalam mengatur peristiwa, kaya dalam menghadirkan kebahagiaan dari hal-hal yang tak disangka. Tanpa proposal, tanpa anggaran, tanpa perencanaan, hidangan lengkap tersaji. Tanpa undangan resmi, hati-hati berkumpul dalam satu meja.

Sore itu Tim Solid belajar satu hal penting: takdir itu nyata. Ia tidak selalu datang dalam bentuk besar dan spektakuler. Kadang ia hadir dalam bentuk nasi Padang hangat, telur sederhana, dan kolak manis yang disantap bersama.

Dan dari pertemuan yang “tanpa sengaja” itu, mereka semakin yakin—Tuhan tidak pernah kekurangan cara untuk menunjukkan bahwa Dia Maha Kaya. Rezeki bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka, dan kebersamaan adalah salah satu bentuk kekayaan paling indah yang diberikan-Nya. (SB & WYNK)

Prev Article
Akselerasi Visi Asia: Langkah Strategis UIM dalam Transforma...
Next Article
Semarak Ramadhan 1447 H, LPI ABFA Al Faqih Pamekasan Gelar P...