Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda. Bergabunglah dengan ribuan pembaca kami!

Kami tidak akan mengirim spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

Akselerasi Visi Asia: Langkah Strategis UIM dalam Transformasi Kampus Inklusif Melalui Kemitraan British Council

SURABAYA II ASSUFAH โ€“ Momentum besar bagi penguatan kelembagaan Universitas Islam Madura (UIM) kembali dicatatkan dalam kancah internasional. Kehadiran Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Kelembagaan, dan Sistem Informasi, Mohammad Subhan, dalam acara Workshop & Dissemination hasil penelitian kolaborasi internasional bertajuk โ€œTransforming Universities in Indonesia: Co-Creating Disability Inclusive Practicesโ€ menjadi penanda keseriusan UIM dalam mengejar standar global. Kegiatan prestisius tersebut dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di UKWMS Kampus Pakuwon City, Surabaya.

Sinergi Internasional dalam Program British Council

Agenda yang dimulai sejak pukul 12.00 hingga 18.00 WIB ini diselenggarakan sebagai bagian integral dari program British Council Going Global Partnerships (GGP) โ€“ Disability Inclusion Partnerships Grant. Kolaborasi ini melibatkan kemitraan strategis tingkat tinggi antara Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dengan dua institusi pendidikan terkemuka dari Britania Raya, yaitu Cardiff University dan Edinburgh Napier University.

Dalam forum tersebut, hasil penelitian mendalam mengenai transformasi pendidikan tinggi di Indonesia dipaparkan secara komprehensif. Fokus utama yang diangkat adalah bagaimana praktik pendidikan yang inklusif terhadap penyandang disabilitas dapat diperkuat melalui mekanisme kolaborasi dan penciptaan bersama (co-creation) antar seluruh pemangku kepentingan. Partisipasi UIM dalam forum ini dipandang sebagai langkah krusial dalam menyerap metodologi internasional untuk diterapkan di lingkungan internal kampus.

Relevansi Inklusivitas dengan Karakter Aswaja

Bagi Universitas Islam Madura, kegiatan ini dinilai bukan sekadar pertemuan ilmiah biasa, melainkan momentum penting bagi perjalanan institusi sebagai kampus "Lima Menara Ilmu" yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. Visi UIM untuk menjadi kampus unggul dan berdaya saing di tingkat Asia secara inheren memerlukan adaptasi terhadap standar kemanusiaan global.

Prinsip inklusivitas yang didorong oleh British Council ditemukan memiliki keselarasan yang kuat dengan karakter Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Dalam pandangan Aswaja, prinsip keadilan ('adalah) dan kemanusiaan tidak membeda-bedakan kondisi fisik seseorang dalam memperoleh akses ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, penguatan hak-hak penyandang disabilitas di lingkungan kampus dianggap sebagai manifestasi nyata dari dakwah Islam yang moderat dan rahmatan lil 'alamin.

Transformasi Kelembagaan Menuju Daya Saing Asia

Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan bidang akademik dan sistem informasi, kehadiran Mohammad Subhan dimaksudkan untuk memastikan bahwa sistem pendidikan di UIM mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. Transformasi kelembagaan yang sedang dilakukan UIM diarahkan pada penciptaan ekosistem akademik yang ramah terhadap keragaman. Hal ini dianggap sebagai prasyarat mutlak bagi universitas yang ingin bersaing di level Asia, di mana indeks inklusivitas menjadi salah satu indikator reputasi perguruan tinggi di mata dunia.

Berbagai strategi teknis mengenai pengembangan kurikulum inklusif dan penyediaan sistem informasi yang aksesibel dibahas dalam workshop tersebut. Data dan temuan dari Cardiff University serta Edinburgh Napier University dijadikan sebagai referensi dalam merumuskan kebijakan internal UIM ke depan. Dengan pengadopsian standar internasional ini, UIM diharapkan tidak hanya unggul dalam aspek spiritualitas kepesantrenan, tetapi juga menjadi pionir dalam tata kelola kampus yang modern dan humanis.

Komitmen Berkelanjutan

Melalui partisipasi aktif ini, komitmen UIM untuk terus bersinergi dengan lembaga internasional semakin dipertegas. Upaya penciptaan ruang belajar yang setara bagi penyandang disabilitas diyakini akan memperkaya khazanah intelektual di kampus hijau tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap tantangan global di mana aksesibilitas pendidikan tinggi merupakan hak asasi yang harus dijamin oleh setiap institusi.

Dengan berakhirnya diseminasi ini, harapan besar diletakkan pada implementasi kebijakan yang akan diambil oleh pimpinan UIM. Transformasi menuju kampus inklusif diharapkan dapat mempercepat pencapaian visi UIM sebagai pusat keunggulan di Asia yang tetap teguh memegang teguh nilai-nilai Islam Ahlussunah wal Jamaah. Perjalanan menuju kampus kelas dunia kini tidak lagi sekadar mimpi, melainkan langkah nyata yang sedang diwujudkan melalui kolaborasi lintas negara dan lintas budaya. (HQ & TR)

Prev Article
Komunitas yang Tak Tergerus Zaman: Solidaritas Ramadhan Musl...
Next Article
Takdir yang Mengenyangkan, Tuhan yang Maha Kaya