Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda. Bergabunglah dengan ribuan pembaca kami!

Kami tidak akan mengirim spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

Masjid An-najah Duko Gladak Anyar: Pusat Syiar Ramadhan dan Kebersamaan Masyarakat Pamekasan

PAMEKASAN II ASSUFAH - Di tengah padatnya pemukiman penduduk di Dusun Duko Utara, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, berdirilah sebuah rumah ibadah bersejarah bernama Masjid Annajah. Masjid kuno yang dibangun atas swadaya murni masyarakat ini berada di bawah naungan Yayasan Al-Hakimi Pamekasan. Saat ini, kepengurusan takmir dipimpin oleh KH. Nasiruddin Hakim yang telah berusia sekitar 85 tahun, yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina Yayasan Al-Hakimi, sementara posisi Ketua Yayasan diamanahkan kepada KH. Mugdlar Abdullah.

Berdasarkan pantauan lapangan yang dilakukan oleh Crew Media Assufah, antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah sholat lima waktu di masjid ini tergolong sangat tinggi. Untuk waktu sholat Dzuhur dan Ashar, jemaah yang hadir terpantau tidak kurang dari empat shaf atau berkisar 100 orang. Peningkatan signifikan terlihat pada waktu sholat Maghrib, Isya, dan Subuh, di mana ruang utama masjid seringkali penuh sesak hingga tidak mampu menampung seluruh jemaah. Kondisi ini mencapai puncaknya selama bulan suci Ramadan, di mana area masjid dipadati secara total oleh warga sekitar.

Program khusus telah disusun oleh pihak pengurus selama bulan Ramadan untuk menjaga kualitas peribadatan. Imam sholat Isya, Tarawih, hingga Subuh dijadwalkan berganti setiap harinya dengan melibatkan berbagai elemen tokoh. Nama-nama dari kalangan pengasuh pesantren, pendakwah kondang, pengelola lembaga pendidikan, hingga akademisi dihadirkan untuk memimpin jalannya ibadah. Selain itu, kegiatan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) dengan tema yang variatif rutin dilaksanakan setiap usai Tarawih dan Subuh, sehingga pesan-pesan agama dapat diserap dengan menarik oleh para jemaah.

Salah satu program yang paling mendapatkan perhatian adalah kegiatan Buka Puasa Bersama untuk masyarakat umum. Melalui konfirmasi yang diperoleh dari salah satu pengurus takmir, dijelaskan bahwa program ini sepenuhnya bersumber dari sedekah masyarakat untuk masyarakat. Masjid Annajah dalam hal ini hanya diposisikan sebagai fasilitator penyaluran sedekah tersebut.

Kegiatan buka bersama ini diawali dengan prosesi tawassul fatihah yang dikhususkan bagi para almarhumin dari pihak keluarga pemberi sedekah, acara dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin, tahlil, dan ditutup dengan doa bersama sebelum waktu berbuka tiba. Keberhasilan manajemen masjid dalam mengelola program-program sosial dan keagamaan ini sangat diapresiasi oleh banyak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga tokoh agama di wilayah Gladak Anyar. (SB & YHY)

Prev Article
Kilau Embun di Hati Hanief: Puasa Sang Juara
Next Article
Pusat "Todong" Pamekasan Jadi Barometer Nasional: Program KD...