Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda. Bergabunglah dengan ribuan pembaca kami!

Kami tidak akan mengirim spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

Penyaluran Zakat Fitrah bagi Muallaf oleh Naqobah Ansab Auliya' Tis'ah Daerah Istimewa Madura (NADIM) di Jantung Kota Sampang

SAMPANG II ASSUFAH -- Diambil dari Website Berita NAAT tentang Penyaluran zakat fitrah berupa beras sebanyak kurang lebih satu kwintal telah dilaksanakan oleh Naqobah Ansab Auliya' Tis'ah Daerah Istimewa Madura (NADIM) pada Rabu, 18 Maret 2026. Kegiatan sosial keagamaan ini dipusatkan di jantung kota Sampang, tepatnya di kediaman Bapak Khaliq yang berlokasi di dekat pemakaman bersejarah Bujuk Raden Qobul Aji Gunung. Penyerahan bantuan pangan tersebut dilakukan oleh para perwakilan pengurus Nadim sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama muslim, khususnya mereka yang baru saja memeluk agama Islam.

Zakat tersebut diserahkan secara langsung kepada dua orang warga, yakni Bapak Jefri Hartanto dan Bapak Tomy, yang diketahui baru masuk Islam sekitar satu hingga dua bulan yang lalu. Berdasarkan keterangan dari Wakil Ketua LP3SN Nadim, Bindara Abd. Hamid Roqib Suryodirjo, kedua penerima manfaat tersebut dikategorikan sebagai Muallafah Quluubuhum. Kategori ini merujuk pada individu-individu yang masih memerlukan dukungan, baik secara keruhanian maupun jasmani, agar keteguhan iman mereka semakin kuat. Sebagaimana yang diperintahkan dalam Al-Qur'an dan Hadits, kaum muallaf merupakan salah satu dari delapan asnaf yang paling berhak menerima distribusi zakat mal maupun zakat fitrah dari kaum muslimin lainnya.

Dalam keterangannya, Raden Suryodirjo menjelaskan bahwa ajakan telah disampaikan kepada rekan, kerabat, hingga tetangga untuk mengarahkan penyaluran zakat tahun ini kepada pihak-pihak yang memiliki tingkat urgensi tinggi. Pertemuan dengan para muallaf tersebut awalnya terjadi di Pondok Pesantren Gunungsari yang diasuh oleh Sayyid Syarif KH. R. Kholil Muhammad Gunungsari. Isyarat secara tidak langsung untuk menyantuni kedua mualaf tersebut diakui diperoleh dari arahan spiritual Kiai Kholil Gunungsari. Hal ini didasari pada pertimbangan bahwa kondisi mualaf saat ini dinilai lebih mendesak untuk diperhatikan dibandingkan asnaf lainnya, tanpa mengabaikan kelompok penerima zakat yang lain.

Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa komitmen Nadim tidak hanya berhenti pada penyaluran zakat fitrah semata. Rencana strategis mengenai program bantuan perbaikan tempat tinggal serta penyediaan peralatan rumah tangga bagi kedua muallaf tersebut sedang dipertimbangkan untuk direalisasikan di masa mendatang. Diharapkan, momentum bulan suci Ramadan ini tidak hanya diisi dengan fokus pada ibadah badaniyah seperti puasa dan salat, tetapi juga peningkatan ibadah maliyah atau zakat harta. Melalui langkah kolektif ini, keseimbangan antara aspek spiritual dan sosial diharapkan dapat tercapai demi meraih rida Allah SWT. Penyaluran zakat ini pun ditutup dengan harapan agar dukungan moral dan material yang diberikan dapat menjadi pilar penguat bagi para muallaf dalam menjalani kehidupan barunya sebagai seorang muslim. (Ra Hamid & SB)

Prev Article
Jemaah Membludak, Masjid Annajah Gladak Anyar Pamekasan Hadi...
Next Article
Harmoni Spiritualitas dan Tradisi: Hangatnya Tradisi โ€˜Lek-Me...