BATANG II ASSUFAH โ Setelah rangkaian panjang kegiatan ilmiah, budaya, dan sosial sejak 8 Februari 2026 di Sabah dan Kuala Lumpur, Malaysia, jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Naqobah Ansab Auliya Tisโah (NAAT) pada 13 Februari 2026 dilaporkan telah tiba kembali di Indonesia. Setibanya di tanah air, rombongan langsung melanjutkan agenda kunjungan organisasi ke sejumlah daerah, yakni Salatiga, Cirebon, dan Batang, guna melakukan visitasi serta pembinaan terhadap Dewan Pengurus Cabang (DPC) setempat.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menyapa pengurus dan anggota sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan di tingkat cabang. Dalam pertemuan bersama DPC NAAT Batang, sejumlah masukan strategis telah disampaikan kepada DPP. Salah satu usulan yang mencuat adalah agar Kartu Tanda Anggota (KTA) NAAT dapat difungsikan lebih luas sebagai instrumen layanan yang memudahkan anggota dalam mengakses sejumlah fasilitas, termasuk ketika melakukan ziarah ke maqbarah para Walisongo.
Disampaikan bahwa keberadaan KTA diharapkan dapat menjadi identitas resmi yang mempermudah akses masuk ke kawasan makam para Walisongo di berbagai daerah. Selain itu, diusulkan pula agar KTA dapat dikembangkan menjadi kartu multifungsi, termasuk kemungkinan integrasi dengan sistem pembayaran elektronik seperti e-Tol dan layanan lainnya yang relevan bagi kebutuhan anggota.
Atas berbagai aspirasi tersebut, Ketua Umum DPP NAAT, KH. R. Ilzamuddin Sholeh, yang akrab disapa Kak Ilzam, disebut telah memberikan tanggapan positif. Masukan dari bawah dinilai sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi aktif anggota dalam membangun organisasi. Dukungan juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP NAAT, yakni Dr. Mohammad Subhan, yang turut mendampingi Ketua Umum dalam rangkaian kunjungan tersebut.
Ditegaskan bahwa saat ini NAAT Indonesia tengah mengintensifkan kerja sama kelembagaan dengan berbagai pihak strategis. Sejumlah perguruan tinggi, yayasan, serta pengelola makam Walisongo di berbagai daerah disebut telah dijajaki untuk membangun sinergi jangka panjang. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi kelembagaan NAAT sekaligus memperluas manfaat organisasi bagi anggota.
Sementara itu, dalam kunjungan ke Salatiga dan Cirebon, masukan berbeda turut disampaikan oleh pengurus setempat. DPP NAAT diharapkan dapat memperkuat jaringan di sektor ekonomi, khususnya dalam membangun jejaring eksportir dan importir yang melibatkan anggota. Selain itu, gagasan pembentukan konsorsium pendirian Dapur MBG juga diusulkan sebagai langkah konkret mendukung program pemerintah sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota NAAT.
Dinyatakan bahwa melalui penguatan sektor ekonomi, diharapkan NAAT tidak hanya bergerak dalam bidang pelestarian nasab dan penguatan silaturahmi, tetapi juga mampu membangun kemandirian finansial organisasi. Dengan demikian, kebutuhan operasional di tingkat DPC, DPW, hingga DPP dapat ditopang secara berkelanjutan dan profesional.
Setelah seharian melakukan kunjungan di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah, rombongan DPP NAAT dilaporkan bermalam di Hotel Anggraini, Brebes. Pada 14 Februari 2026, agenda pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) NAAT Jawa Tengah dijadwalkan akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Alhasaniyah Brebes. Berdasarkan konfirmasi tim media Assufah kepada salah satu panitia yang enggan disebutkan namanya, kegiatan pelantikan tersebut dirangkai dengan Haul Masyayikh yang digelar di lingkungan pesantren.
Rangkaian kegiatan tersebut dinilai sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan jaringan NAAT di tingkat wilayah, dengan harapan sinergi antara pusat dan daerah dapat semakin solid dalam mewujudkan visi dan misi kelembagaan ke depan. (SB & YHY)
Space Iklan Tersedia
600x200
Prev Article
Misteri Nasab Kesultanan Brunei Darussalam Berhasil Dibongka...
Next Article
DPP NAAT Lantik DPW NAAT Provinsi Jawa Tengah Masa Khidmat 2...