Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda. Bergabunglah dengan ribuan pembaca kami!

Kami tidak akan mengirim spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

1 Ramadhan 1447 H Ditetapkan Jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 oleh Pemerintah

JAKARTA II ASSUFAH - Awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah telah ditetapkan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan tersebut dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia setelah diselenggarakannya Sidang Isbat yang dihadiri oleh para ulama, pakar astronomi, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait.

Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 1447 H telah digelar secara terbuka dan disiarkan kepada masyarakat luas sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam menetapkan kalender hijriah nasional. Dalam forum tersebut, Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, menyampaikan hasil perhitungan hisab yang dilakukan oleh para ahli falak telah dipaparkan secara komprehensif. Selain itu, laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia juga telah disampaikan dan diverifikasi.

Berdasarkan hasil hisab dan konfirmasi rukyat yang telah dilakukan di sejumlah lokasi strategis, posisi hilal dinyatakan telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Dengan terpenuhinya parameter astronomis tersebut, keputusan bersama pun telah diambil bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah ditetapkan bertepatan dengan hari Kamis, 19 Februari 2026.

Keputusan tersebut telah diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama setelah melalui proses musyawarah dan pertimbangan bersama seluruh peserta sidang. Dengan diumumkannya hasil Sidang Isbat tersebut, umat Islam di seluruh Indonesia telah diberikan kepastian mengenai waktu dimulainya ibadah puasa Ramadhan tahun ini.

Momentum Ramadhan dipandang sebagai waktu yang penuh keberkahan dan ampunan. Oleh karena itu, persiapan spiritual dan sosial diharapkan telah mulai dilakukan oleh masyarakat. Nilai-nilai kesabaran, kepedulian sosial, serta peningkatan kualitas ibadah dianjurkan untuk semakin diperkuat selama bulan suci ini.

Selain sebagai momentum ibadah personal, Ramadhan juga sering dimaknai sebagai sarana penguatan persatuan umat. Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, perbedaan pandangan yang mungkin muncul dalam metode penentuan awal bulan diharapkan dapat disikapi dengan bijaksana. Semangat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan kebangsaan diharapkan tetap dijaga dan dirawat bersama.

Melalui penetapan resmi ini, masyarakat telah diimbau untuk memulai pelaksanaan ibadah puasa pada hari yang telah ditentukan serta untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan selama bulan Ramadhan. Aktivitas keagamaan seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qurโ€™an, dan kegiatan sosial keagamaan lainnya diperkirakan akan kembali digelar di masjid-masjid dan mushalla di berbagai daerah.

Dengan telah ditetapkannya awal Ramadhan 1447 H, bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam kini telah berada di hadapan. Rasa syukur atas kesempatan untuk kembali dipertemukan dengan Ramadhan diharapkan dapat terus ditumbuhkan, sementara kualitas ibadah dan kepedulian sosial diharapkan semakin ditingkatkan demi terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan. (META & SB)

Prev Article
DPP NAAT Lantik DPW NAAT Provinsi Jawa Tengah Masa Khidmat 2...
Next Article
Mahasiswa S1 IAINATA Sampang Lolos ke Grand Final Putra Putr...