Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda. Bergabunglah dengan ribuan pembaca kami!

Kami tidak akan mengirim spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

Mahasiswa S1 IAINATA Sampang Lolos ke Grand Final Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026

SAMPANG, MADURA II ASSUFAH - Prestasi membanggakan di bidang kebudayaan berhasil ditorehkan oleh seorang mahasiswa S1 Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Institut Agama Islam Nazhatut Thullab (IAINATA) Sampang. Aziz biasa dipanggil, pemuda berasal dari Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, dinyatakan berhasil melaju ke babak grand final ajang Pemilihan Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026 untuk kategori dewasa. Keberhasilan ini diraih setelah melalui rangkaian seleksi yang sangat ketat dan kompetitif di tingkat provinsi.

Nama Aziz dicatatkan sebagai satu dari 19 finalis yang terpilih dari ratusan peserta yang mendaftar dari berbagai penjuru Jawa Timur. Pada tahap awal kompetisi, sebanyak 83 peserta dinyatakan memenuhi syarat administrasi oleh panitia penyelenggara. Setelah itu, penyaringan kembali dilakukan melalui seleksi fisik, wawancara, dan uji wawasan hingga menyisakan para grand finalis. Proses seleksi tersebut dipusatkan di Malang, tepatnya dilaksanakan di Kantor Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Saat ini, kepulangan seluruh finalis ke daerah masing-masing telah dilakukan guna mempersiapkan diri sebelum jadwal karantina dan malam puncak grand final dilaksanakan.

Dorongan untuk mengembangkan kapasitas diri serta keinginan berkontribusi nyata dalam pelestarian budaya daerah diakui menjadi motivasi utama Aziz dalam mengikuti ajang bergengsi ini. Dalam sebuah wawancara pada Rabu (18/2/2026), disampaikan oleh Aziz dalam bahasa Madura bahwa keikutsertaannya didasari atas niat tulus untuk membuktikan bahwa pemuda daerah mampu memberikan sumbangsih nyata bagi kelestarian budaya. Baginya, ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan atau penampilan fisik, melainkan sebuah wadah untuk menunjukkan dedikasi terhadap akar identitas bangsa.

Ajang tahunan ini diselenggarakan oleh paguyuban Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Pencarian generasi muda berprestasi yang memiliki wawasan kebudayaan luas serta kesiapan menjadi duta kebudayaan di tingkat provinsi maupun nasional menjadi tujuan utama digelarnya kegiatan tersebut. Dalam kompetisi ini, sebuah gagasan strategis bertajuk โ€œDigitalisasi dan Regenerasi Budaya Jawa Timurโ€ diusung oleh Aziz sebagai visi utamanya.

Pemanfaatan perkembangan teknologi dan media sosial dinilai oleh Aziz sebagai instrumen strategis yang harus digunakan untuk memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas. Gagasan tersebut ditekankan pada pentingnya pendekatan digital agar nilai-nilai tradisi tidak hanya dipandang sebagai simbol masa lalu, tetapi tetap relevan dan menarik bagi generasi masa kini. Menurut pandangannya, digitalisasi adalah kunci agar budaya Jawa Timur dapat dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Dengan pencapaian ini, dukungan dari masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sampang, sangat diharapkan agar Aziz dapat memberikan hasil terbaik di malam grand final nanti. (SB & YHY)

Prev Article
1 Ramadhan 1447 H Ditetapkan Jatuh pada Kamis, 19 Februari 2...
Next Article
NAAT dan UIN MADURA Teken MOU Kolaborasi Strategis Tridharm...