Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda. Bergabunglah dengan ribuan pembaca kami!

Kami tidak akan mengirim spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

Silsilah Syekh Jumadil Kubra Digugat: Manuskrip Kuno Mindanao dan Jawa Akhirnya Dibongkar di UMS Sabah Malaysia

KOTA KINABALU โ€“ Sebuah sejarah besar yang selama ini tersimpan dalam lipatan manuskrip kuno akhirnya dipaksa muncul ke permukaan. Puncak kegiatan Sidang Meja Bulat Internasional Syekh Jumadil Kubra yang digelar di Dewan Canselor, Universiti Malaysia Sabah (UMS) pada Rabu, 11 Februari 2026, menjadi saksi bagaimana data-data primer dari berbagai negara disandingkan secara tajam untuk mencapai sebuah kesimpulan mutakhir tentang asal-usul sang pelopor dakwah Nusantara.

Rangkaian acara ini dimulai sejak pukul 07.30 pagi waktu setempat, di mana para delegasi dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam berkumpul di lobi hotel untuk bergerak bersama menuju lokasi sidang. Pendaftaran peserta dilaksanakan di Tingkat 3 Dewan Canselor, yang kemudian diikuti dengan jamuan sarapan di Deโ€™ Sireh, Tingkat 4.

Seremoni yang Menegangkan

Acara seremonial dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang memberikan atmosfer sakral sebelum perdebatan ilmiah dimulai. Sambutan resmi diberikan oleh Sahibus Samahah Datuk Bungsu @ Aziz bin Haji Jaafar yaitu Mufti Negeri Sabah malaysia dan Profesor Datuk Dr. Kasim Hj. Mansor sebagai Rektor Universiti Malaysia Sabah (UMS), yang keduanya menekankan bahwa sejarah tidak boleh dibiarkan menjadi kabur. Memasuki acara inti, tiga kertas kerja utama dipaparkan dengan data yang mengejutkan banyak pihak.

Kertas kerja pertama dipresentasikan oleh Puan Suzana binti Othman, Pengetua Akademi Sekretariat Syeikh Jumadil Kubra. Dalam paparannya, temuan terbaru berkaitan dengan silsilah Sultan Muhammad, Sultan Ahmad, dan Sultan Syarif Ali (Sultan Barkat Brunei) dibongkar berdasarkan penemuan manuskrip primer dari Mindanao dan Jawa. Data-data ini disebut-sebut sebagai kunci yang selama ini hilang dalam menyambungkan garis keturunan para penguasa di Borneo.

Dominasi Manuskrip Jawa dan Kesaksian Mindanao

Ketajaman analisis berlanjut pada sesi kedua yang disampaikan oleh delegasi Naqobah Ansab Aulia Tisโ€™ah (NAAT) Indonesia. Nama-nama besar seperti KH. R. Ilzamuddin Sholeh, Gus Muksin, Dr. H. Mohammad Subhan, MA, dan Gus Yahya memaparkan kertas kerja bertajuk โ€™Sultan Muhammad dan Sultan Ahmad dalam Manuskrip Jawa & Salasilah Syeikh Jumadil Kubraโ€™. Sesi ini dimoderatori oleh Ustaz Dr. Mohd Nazmi Desa dari IPGK Tawau. Dalam sesi ini, keterkaitan antara naskah-naskah kuno di Jawa dengan silsilah besar Syekh Jumadil Kubra dibuktikan secara ilmiah, yang memicu diskusi hangat di antara para ahli.

Tak kalah provokatif, kertas kerja ketiga dibawa oleh delegasi dari Filipina, yaitu Council Elders of Tabunawai, Mamaluk and Putuโ€™an Family. Manuskrip Mindanao yang mereka bawa mengungkapkan peran Syekh Jumadil Kubra, Syarif Hassan, dan Syarif Ali Maharaja dalam penyebaran Islam di wilayah Filipina Selatan yang selama ini jarang terjamah oleh narasi sejarah arus utama.

Penyandingan Data dan Deklarasi Akhir

Setelah sesi tanya jawab yang dipandu oleh Dr. Amer Hudhaifah Hamzah selesai pada pukul 12.30 siang, acara tidak serta merta berakhir. Meskipun jadwal awal menunjukkan waktu istirahat, namun agenda krusial justru dilakukan setelahnya. Seluruh data manuskrip dari masing-masing negara peserta sidang disandingkan satu sama lain dalam sebuah proses verifikasi silang yang ketat.

Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Gus Islah, Badan Koordinasi Informasi Data Digital NAAT Indonesia, melalui pesan WhatsApp kepada tim media Assufah. Proses penyandingan data ini akhirnya dideklarasikan menjadi sebuah kesimpulan akhir dari Sidang Meja Bulat Internasional tersebut. Berdasarkan penyandingan data manuskrip primer dari Jawa (Indonesia), Mindanao (Filipina), serta catatan sejarah dari Brunei Darussalam dan Malaysia, maka disepakati poin-poin krusial sebagai berikut:

1. Validasi Silsilah dan Garis Keturunan Utama

Telah ditemukan titik temu (konvergensi) data antara Manuskrip Jawa yang dibawa oleh delegasi NAAT Indonesia dengan Manuskrip Mindanao. Disepakati bahwa Syekh Jumadil Kubra merupakan poros utama silsilah yang menghubungkan tokoh-tokoh besar di Nusantara. Garis keturunan dari Sultan Muhammad dan Sultan Ahmad dinyatakan valid memiliki kaitan erat dengan ekspansi dakwah dan politik di wilayah Borneo dan Filipina Selatan.

2. Integrasi Tokoh Syarif Ali (Sultan Barkat)

Data dari Kertas Kerja 1 (Akademi Sekretariat Syekh Jumadil Kubra) dan Kertas Kerja 3 (Council Elders Mindanao) mengonfirmasi bahwa Syarif Ali @ Sultan Barkat (Sultan Brunei ke-3) memiliki keterhubungan silsilah langsung dengan jaringan Syekh Jumadil Kubra melalui jalur Syarif Hassan. Hal ini mematahkan keraguan sejarah sebelumnya dan memperkuat bukti bahwa kepemimpinan Islam di Borneo Utara dan Brunei memiliki akar yang sama dengan para Wali di Jawa.

3. Peran Strategis Manuskrip Primer

Disepakati bahwa Manuskrip Tabunawai, Mamaluk, dan Putuโ€™an dari Mindanao bukan sekadar catatan lokal, melainkan dokumen pelengkap bagi Manuskrip Jawa dan Salasilah Brunei. Ketiga sumber ini kini dinyatakan sebagai satu kesatuan data primer yang saling mengoreksi dan melengkapi silsilah keluarga besar Jumadil Kubra Asia Tenggara.

4. Kesepakatan Digitalisasi dan Koordinasi Data

Sebagai tindak lanjut, seluruh data yang telah disandingkan akan diintegrasikan dalam Pusat Informasi Data Digital NAAT Indonesia dan Sekretariat Syeikh Jumadil Kubra Malaysia. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa hasil kesimpulan hari ini tidak dapat digugat oleh klaim sejarah yang tidak memiliki basis naskah primer (manuskrip).

Maka Hasil deklarasi ini diprediksi akan mengubah peta sejarah Islam di Asia Tenggara secara signifikan.Kegiatan ditutup secara resmi pada pukul 15.00 WITA, setelah para peserta kembali ke penginapan di Likas Square Apartment. Dengan berakhirnya sidang ini, sebuah babak baru dalam sejarah silsilah Syekh Jumadil Kubra telah berhasil dituliskan dengan tinta data primer yang tak terbantahkan. (SB, YHY, ISH)

Prev Article
Ikatan Persaudaraan Lintas Negara Dipererat dalam SJK Silatu...
Next Article
Misteri Nasab Kesultanan Brunei Darussalam Berhasil Dibongka...